Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan

Kewirausahaan

Label:

Teori Kewirausahaan


Istilah entrepreneur pertama kali diperkenalkan pada awal abad ke-18 oleh ekonom Perancis, Richard Cantillon. Menurutnya, entrepreneur adalah “agent who buys means of production at certain prices in order to combine them”. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, ekonom Perancis lainnya- Jean Baptista Say menambahkan definisi Cantillon dengan konsep entrepreneur sebagai pemimpin. Say menyatakan bahwa entrepreneur adalah seseorang yang membawa orang lain bersama-sama untuk membangun sebuah organ produktif. 

Teori adalah sekumpulan konstruk (konsep), definisi, dan proposisi yang saling berhubungan yang menunjukkan pandangan sistematis terhadap sebuah fenomena dengan merinci hubungan antar variabel, dengan tujuan untuk menerangkan dan memprediksi fenomena. Teori yang membahas dan menjelaskan  fenomena mengenai kewirausahaan, yaitu:

Sosiologi Agama

Label:

Aspek Agama di SMA Plus Muthahhari Bandung

A.    Sejarah Singkat
SMA Plus Muthahhari merupakan lembaga pendidikan yang dibentuk dari perubahan pesantren mahasiswa. Pesantren tersebut didirikan pada tahun 1991 dan berubah menjadi SMA pada tahun 1992 dengan status terdaftar. SMA Plus Muthahhari banyak mendapat penghargaan dan bantuan dari Dinas Pendidikan Nasional. Berbagai macam Block Grant dari Pemerintah sangat membantu dan mendorong terciptanya kualitas pendidikan yang kondusif, kreatif, inovatif dan agamis. SMA Plus Muthahhari terletak di Jalan Kampus II nomor 13-17 Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Bandung Timur.

B.     Kurikulum
Kurikulum pendidikan SMA Plus Muthahhari memadukan antara tujuan Pendidikan Nasional pada umumnya dan tujuan pendidikan Yayasan Muthahhari. Untuk mewujudkan dan mencapai dua tujuan tersebut maka terdapat tiga macam kurikulum yang diterapkan di SMA Plus Muthahhari, yaitu :

Praktik Lab

Label:

PENGGUNAAN MEDIA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Pendidikan adalah upaya yang terorganisir, berencana dan berlangsung kontinyu (terus menerus sepanjang hayat) kearah membina manusia/anak didik menjadi insan paripurna, dewasa dan berbudaya (Kosasih Djahari, 1980 : 3). Pendidikan merupakan upaya yang terorganisir memiliki makna bahwa pendidikan tersebut dilakukan oleh usaha sadar manusia dengan dasar dan tujuan yang jelas, ada tahapannya dan ada komitmen bersama didalam proses pendidikan itu. Berencana mengandung arti bahwa pendidikan itu direncanakan sebelumnya, dengan suatu proses perhitungan yang matang dan berbagai sistem pendukung yang disiapkan. Salah satu sistem pendukung tersebut merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan yang disebut media.
Dalam proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti penting dalam rangka membantu menjelaskan bahan ajar yang disampaikan kepada peserta didik karena dapat disederhanakan melalui media. Dengan demikian, peserta didik akan lebih mudah mencerna materi pelajaran apabila dilakukan dengan bantuan media. Namun, semuanya harus sejalan dengan tujuan pengajaran yang telah dirumuskan supaya tidak berbalik menjadi penghambat dalam pencapaian tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Sehingga dapat dipahami bahwa media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pembelajaran.
Untuk dapat memahami media sesuai peran sebenarnya yaitu sebagai alat bantu, sumber belajar, sepatutnya memahami terlebih dahulu fungsi dasar dari media itu sendiri. Salain itu, criteria media juga perlu diketahui untuk menunjang pencapaian tujuan pembelajaran sebaik mungkin. Prinsip-prinsip pemilihan dan penggunaan media serta klasifikasi media dan alat peraga pendidikan perlu diketahui untuk dapat mempercepat dan mempermudah pencapaian tujuan pengajaran.

Statistika

Label:

KONSEP DASAR STATISTIKA ELEMENTER
Ø      Pengertian statistik berbeda dengan statistika. Statistik adalah kumpulan informasi atau keterangan yang berupa angka-angka yang disusun, ditabulasi, dan dikelompok-kelompokan sehingga dapat memberikan informasi yang berarti mengenai suatu masalah atau gejala. Sedangkan statistika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang metode atau prosedur yang berhubungan dengan pengumpulan data, organisasi data, pengujian data, pengolahan data atau penganalisaan dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data tersebut.

Ø         Statistika dibedakan menjadi 2 yaitu:

Sosiologi Pendidikan

Label:

HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT
(Observasi di SD Negeri 2 Gunungpati, Semarang)


A.    Latar Belakang
Pendidikan merupakan suatu hal yang penting dalam kehidupan. Setiap orang berhak untuk mendapatkan dan merasakan dunia pendidikan. Pendidikan adalah proses mengajar dan belajar pola-pola kelakuan manusia menurut apa yang diharapkan oleh masyarakat. Pendidikan berhubungan dengan proses transmisi pengetahuan, sikap, kepercayaan, keterampilan, dan aspek-aspek lainnya kepada generasi muda. Pendidikan pertama kali didapatkan oleh seseorang di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat.
Pendidikan saat ini sudah menjadi kebutuhan primer karena dengan pendidikan kita dapat membangun bangsa, kehidupan, masyarakat, dan juga negara. Masyarakat adalah sekumpulan individu yang mendiami suatu wilayah tertentu yang memiliki karakteristik yang sama, memiliki nasib sependeritaan yang hidup dengan bahasa yang sama, dan berada dalam suatu wilayah negara. Bagi masyarakat hakekat pendidikan sangat bermanfaat bagi kelangsungan dan proses kemajuan hidupnya. Agar masyarakat itu dapat melanjutkan eksistensisnya, maka kepada anggota mudanya harus diteruskan nilai-nilai pengetahuan, keterampilan, dan bentuk tata perilaku lainnya yang diharapkan akan dimiliki oleh setiap anggota. Proses ini disebut dengan sosialisasi. Sosialisasi merupakan proses alamiah yang membimbing individu untuk mempelajari, memahami, dan mempraktikkan nilai-nilai, norma-norma pengetahuan serta keterampilan yang dimiliki masyarakat. Pendidikan diharapkan mampu membentuk manusia social bergaul dengan sesama manusia, sekalipun berbeda agama, budaya, suku bangsa, dan lain-lain. Pendidikan dianggap sebagai alat yang paling ampuh untuk menyiapkan tenaga produktif guna menopang proses pembangunan.

Sosiologi Terapan

Label:

Fenomena Kapitalisme di Indonesia
Kapitalisme atau Kapital adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Demi prinsip tersebut, maka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna keuntungan bersama, tapi intervensi pemerintah dilakukan secara besar-besaran untung kepentingan-kepentingan pribadi. Walaupun demikian, kapitalisme sebenarnya tidak memiliki definisi universal yang bisa diterima secara luas. Beberapa ahli mendefinisikan kapitalisme sebagai sebuah sistem yang mulai berlaku di Eropa pada abad ke-16 hingga abad ke-19, yaitu pada masa perkembangan perbankan komersial Eropa di mana sekelompok individu maupun kelompok dapat bertindak sebagai suatu badan tertentu yang dapat memiliki maupun melakukan perdagangan benda milik pribadi, terutama barang modal, seperti tanah dan manusia guna proses perubahan dari barang modal ke barang jadi. Untuk mendapatkan modal-modal tersebut, para kapitalis harus mendapatkan bahan baku dan mesin dahulu, baru buruh sebagai operator mesin dan juga untuk mendapatkan nilai lebih dari bahan baku tersebut. Kapitalisme memiliki sejarah yang panjang, yaitu sejak ditemukannya sistem perniagan yang dilakukan oleh pihak swasta. Saat ini, kapitalisme tidak hanya dipandang sebagai suatu pandangan hidup yang menginginkan keuntungan belaka.

Perubahan Sosial Budaya

Label:

DAMPAK PERKEMBANGAN OBJEK WISATA DIENG TERHADAP
MASYARAKAT DI DESA SEMBUNGAN

      I.        GAMBARAN UMUM
Dieng adalah kawasaan dataran tinggi di Jawa Tengah, yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Letaknya di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Dieng juga memiliki ketinggian rata-rata sekitar 2.000m di atas permukaan laut. Secara administrasi, Dieng merupakan wilayah Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara dan Dieng (Dieng Wetan), Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.
Dieng merupakan dataran luas yang dikelilingi pegunungan, antara lain Gunung Prahu, Gunung Juranggrawah, Gunung Pangamun-amun, Gunung Sipandu, dan beberapa gunung lainnya. Dieng adalah kawasan vulkanik aktif dan dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa dengan beberapa kepundan kawah. Terdapat banyak kawah sebagai tempat keluarnya gas, uap air dan berbagai material vulkanik lainnya. Keadaan ini sangat berbahaya bagi penduduk yang menghuni wilayah itu, terbukti dengan adanya bencana letusan gas Kawah Sinila 1979. Tidak hanya gas beracun, tetapi juga dapat dimungkinkan terjadi gempa bumi, letusan lumpur, tanah longsor dan banjir.

Sosiologi Terapan

Label:

KENAKALAN REMAJA DALAM PERSPEKTIF
SOSIOLOGI KELUARGA

I.              PENDAHULUAN
Tak seorang pun di dunia ini yang tidak mempunyai masalah dalam menjalani kehidupan. Begitu pula dengan masyarakat, bangsa, ataupun negara. Masalahnya pun bermacam-macam dan berbeda-beda. Salah satu dari masalah tersebut misalnya yaitu masalah sosial. Masalah sosial menurut Soerjono Soekanto merupakan suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat. Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Blumer (1971) dan Thompson (1988) mengatakan bahwa yang dimaksud dengan masalah sosial adalah suatu kondisi yang dirumuskan atau dinyatakan oleh suatu entitas yang berpengaruh dan mengancam nilai-nilai suatu masyarakat sehingga berdampak kepada sebagian besar anggota masyarakat dan kondisi itu diharapkan dapat diatasi melalui kegiatan bersama. Entitas tersebut dapat merupakan pembicaraan umum atau menjadi topik ulasan di media massa, seperti televisi, internet, radio dan surat kabar.

Kewirausahaan

Label:


Laporan Kewirausahaan (Penjualan Kaos FIS SMART)

            Penyusunan laporan ini yaitu sebagai tugas pengganti ujian tengah semester dari mata kuliah Kewirausahaan, yakni dengan menjual kaos. Penjualan kaos ini sebenarnya untuk melatih dan memupuk jiwa kewirausahaan, dan juga supaya mahasiswa dapat memiliki mental yang kuat. Karena dalam melakukan penjualan yaitu menawarkan barang dagangan kepada konsumen,  mental kita benar-benar diuji. Tidak semua orang dapat melakukannya dengan baik dan benar.
            Dalam kegiatna ini setiap mahasiswa dapat menjual minimal satu buah kaos. Karena hal ini merupakan pengganti ujian tengah semester sehingga mempengaruhi nilai. Dalam menjual kaos ini saya memulainya pada saat acara wisuda Fakultas Ilmu Sosial yang dilaksanakan di Auditorium UNNES.

Sosiologi Pendidikan

Label:

Peranan Pendidikan Dalam Mewujudkan Mobilitas Sosial
Pendidikan dalam kaitannya dengan mobilitas sosial harus mampu untuk mengubah mainstrem peserta didik akan realitas sosialnya. Pendidikan yang tepat untuk mengubah paradigma ini adalah pendidikan kritis yang pernah digulirkan oleh Paulo Freire. Sebab, pendidikan kritis mengajarkan kita selalu memperhatikan kepada kelas-kelas yang terdapat di dalam masyakarakat dan berupaya memberi kesempatan yang sama bagi kelas-kelas sosial tersebut untuk memperoleh pendidikan. Disini fungsi pendidikan bukan lagi hanya sekedar usaha sadar yang berkelanjutan. Akan tetapi sudah merupakan sebuah alat untuk melakukan perubahan dalam masyarakat. Pendidikan harus bisa memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang realitas sosial, analisa sosial dan cara melakukan mobilitas sosial.
Orang bisa mendebat balik, dengan pendidikan seseorang bisa mengalami mobilitas sosial. Mereka tak harus terus menjadi petani dan orang miskin jika bisa mengenyam pendidikan. Itulah masalahnya. Di banyak negara berkembang lain mobilitas sosial tidak selalu dimungkinkan. Di India kasta adalah salah satu hambatan mobilitas sosial, selain banyak hambatan lain. Di negara seperti Indonesia, korupsi yang sudah mengakar hingga ke tingkat penerimaan pegawai bisa jadi alasan lain mengapa mobilitas social relative sulit terjadi. Cengkeraman kapitalisme nampaknya begitu kental dalam dunia pendidikan di Indonesia. Didorong oleh misi untuk meningkatkan akumulasi kapital sebesar-besarnya, lembaga pendidikan akan lebih banyak menerima pelajar-pelajar gedongan meski memiliki IQ pas-pasan.